WHEN THE GIRL

WANNA TRY DO THE BEST AND GET THE BEST

Rabu, 13 Juni 2012

MY NEXT STEP

Yeah, sudah lama tidak menyalurkan kegalauan. Biasanya orang galau lebih produktif loh#pengalaman. Ya, soalnya "sibuk" memang obat yang paling ampuh untuk menghilangkan semacam gundah gulana, hap hap hap.
Kali ini galau gue levelnnya beda men! udah gak musim lagi lah galauin cinta *puk puk puk*.
Asli lebih bermutu ,*jreng jreng*, yaitu galau masa depan#huffft
Tinggal menghitung hari gak kerasa udah mau semester 5 aja , padahal kemaren kayanya masih kinyis-kinyis jadi maba. Dan sekarang udah mau ngambil konsentrasi aja, and the problem is, I'm still confused what should I take later. Ada beberapa senior yang bilang konsen tuh cuma ngaruh d skripshit, eh salah skripsweet aja biar romantis <3. Buat besok kerja katanya sih secara general , jadi gak ngaruh lo mau konsen apa yang penting lo sarjana hukum. Mau lo besok ngambil Hukum Internasional kek kalo ditanya Hukum Adat juga harus ngerti, uwooooo. Tapi menurut gue itu sih jaman dulu coy, maaf ya teruntuk senior yang udah ngomong kaya gitu,hehehe. Setau gue sih kalo corporate sekarang udah spesifik buat calon karyawannya yang mau apply. Logis sih emang,, dan emang itu tujuan adanya konsentrasi.
Well, kalo mau nentuin ambil konsen apa liat dulu ke depannya mau jadi apa. That's a big question for me.
Tadinya sih masih idealis mau jadi Jurnalis, dan gue emang menikmati banget pekerjaan itu. Pengalaman jadi Jurnalis udah gue dapetin dari sekolah dulu waktu jadi penyiar radio, setelah merambah ke media cetak lewat UKM yang gue ikutin di kampus, makin jatuh cinta lah gue, ibaratnya kalo punya pacar lagi awal-awal hubungan nih, mesra abis . Tapi, saudara-saudara setanah air yang gue cintai, salary for Journalist is too small .Gue tau hal itu karena emang denger sendiri dari temen-temen wartawan tempat gue kerja part-time. Selain itu that's more challenging , nah itu yang gue sukain dari Jurnalis yatu menantang. Badai dan banjir kita lewatin demi sebuah berita. Mulai dari gue terjun ke pers mahasiswa, sampe gue ikut citizen journalist Metro TV, I really enjoy that. Tapi ada yang kurang gue suka, yaitu saat menghubungi narasumber, itu susah banget bok!ampe 3x bolak-balik demi wawancara 1 orang aja tu sungguh menyita waktu dan tenaga. dan belum lagi kalo meliput demonstrasi otomatis harus ngikutin yang demo. Okeee itu mungkin dukanya, kalo dari segi sukanya, lo bisa bertemu orang2 hebat dan lo tau hal yang sebelumnya lo gak tau apa-apa.
Nah itu sedikit pengalaman jurnalis gue yang belum apa-apa. Masih punya keinginan buat jadi penggantnya Fessy Alwi, hehe Amin.
Nah, back to the first point, heheh jadi meluas gini omongannya .tentang pekerjaan gue nanti kayanya gue pengen d BUMN aja, *loh pindah jalur*. Bukan karena gue matre atau money oriented., tap gue realistis aja, pasti semua org pengen kehidupan yang layak. Setiap orang akan berguna dijalurnya masing-masing. Ada yang memilh menjadi pekerja sosial di yayasan, itu sungguh mulia. Dan ada juga orang yang memilh pekerjaan yang gajnya besar, denga seperti itu dia bisa menyumbang hartanya ke yayasan sosial, itu mulia juga, kan? Jadi setiap orang punya porsinya masing-masing, tergantung besok usahanya seperti apa.
Buat kerja di BUMN, such as Pertamina, *Amin ya Allah* kayanya yang cucok emang Bussines Law, dan udah beberapa kali istikharah memang gue udah beberapa kali mmpi  lg diajar dosen0dosen bagian Hukum Dagang, pertandakah? Allahuallam kalo seperti itu.
Semoga keputusan gue beberapa ke depan memang udah yang terbak, apapun konsen yang gue pilih besok :) Semua itu buat bokap gue yang udah disana. I'll do the best for my future, *beribu AMIN* :DD

Senin, 11 Juni 2012

Today

Daddy, I wanna telll you if today I totally wore out,
I get 2 exams in my english course, and I don't already study yet, forgive me :(
I've promised with u if I will study hard, but it's quite hard to do with, 
Hey, next week I will get my exam in my semester four, I need spirit :(
I always phone mom, it's still odd I can't phone you,
Oh No Daddy, I'm wrong!
I can phone you from my pray, I always say to Allah totell you that I Love You
Even I never tell you before when you still alive but please, I really Love U. Trust me Dad :D
Yeah, I imagine that you smile to me there :) 
Daddy, don't be sad, I never forget you every I take a breath
I really wanna meet you as soon as possible if I can
But Idon't wanna make mom sad, and my brother too exactly.
Well, I think It's enough for today..
Kiss from me, sleep tight and full of food there :)


ur daughter, -FDP-

 

Enemy

Hi, are U there? still with your innoncence face? 
Are u still there? never feel guilty with all of your sins.
I just lauughing you from the farness
Never want you appear in front of me
You are still boast, never change
Do you realize when you leave me alone? I want to go with from you,
I said yesterday that I came up with you, but I was lying
Hi, are you still there?
Wish you got better but the best for me, 

-FDP-

Selasa, 01 Mei 2012


POLEMIK PAHLAWAN  DEVISA NEGARA
Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Hari Buruh  seolah  menjadi suatu pengakuan bahwa buruh bukan sebuah golongan yang diminoritaskan lagi. Namun, yang menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah hak-hak para buruh sudah terakomodir dengan baik? Problematika mengenai masalah buruh tidak berhenti mengakar dan hampir mencapai puncak kompleksitas.  Masalah pengupahan dan jaminan sosial merupakan diantara berbagagai permasalahan yang menghadang para buruh saat ini. Di Indonesia sendiri, buruh masih menjadi social dumping  antara para pelaku modal dan pemerintah yang menyebabkan posisi tawar buruh menjadi rendah. Tidak hanya itu, berbagai polemik ketenagakerjaan  juga muncul terhadap Buruh Migran Indonesia atau TKI. TKI sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara justru terabaikan dan tersia-siakan di negeri orang.
Belum lama ini kita dikejutkan dengan dugaan penjualan organ tubuh manusia yang dilakukan terhadap tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat. Ketiga TKI tersebut tewas karena luka tembak bagian kepala yang dilakukan polisi Malaysia ketika mereka ingin merampok. Saat dipulangkan, keluarga korban curiga terdapat bekas jahitan pada area organ-organ vital tubuh korban. Tentu saja kabar tersebut menghentakkan bangsa Indonesia, terutama instansi yang bergerak dalam ketenegakerjaan Indonesia, seperti Migrant Care.  Berbagai desakan muncul dari berbagai pihak, dan akhirnya otopsi pun dilakukan mabes POLRI. Dari hasil otopsi  terbukti tidak ada satupun organ yang hilang dari tubuh korban. Walaupun tidak terbukti ada indikasi penjualan organ tubuh , tetapi tetap saja yang dilakukan oleh polisi Malaysia tersebut merupakan pelanggaran HAM terhadap tewasnya para TKI.
Berbagai aksi demo muncul dari berbagai aktivis dan aliansi untuk menuntut diusutnya penyebab tewasnya ketiga TKI tersebut. Bahkan mereka juga menuntut pemutusan hubungan diplomatik  antara Indonesia dengan Malaysia. Aksi  dan berbagai demo masalah TKI bukan terjadi  kali ini saja. Kasus pelanggaran hak TKI tidak hanya terjadi Malaysia saja, namun juga di beberapa negara tujuan pengiriman TKI seperti Arab Saudi. Masih hangat di benak kita kasus Sumiati yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi menjadi korban penyiksaan majikannya.  Mencuatnya kasus Sumiati memicu terbongkarnya kasus penyiksaan lain yang terjadi  terhadap TKI di Arab Saudi. Ternyata kasus Sumiati tersebut tidak cukup mencoreng lembaga perlindungan TKI di luar negeri, BNP2TKI.  Hal itu disusul adanya kasus Ruyati yang dihukum pancung karena terbukti telah membunuh majikan yang kerap menyiksanya. Hal yang memprihatinkan tidak adanya laporan pemerintah Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia atas hukuman pancung yang dikenakan terhadap Ruyati.
Kasus- kasus yang menyeruak terhadap TKI hanya segelintir saja yang dapat terungkap melalui media. Masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang dialami oleh pahlawan devisa  negara tersebut.  Hal itu menunjukkan belum berhasilnya pemerintah dalam mengakomodir hak- hak dari para buruh yang secara yuridis sudah dijabarkan pada U No.39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.  Dalam pasal 10 tersebut dijelaskan bahwa penyelenggaraan TKI diselenggarakan oleh pihak negeri dan swasta. Walaupun tidak dicantumkan secara gamblang pada UU tersebut, namun pihak swasta juga dibebankan kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada TKI. Jangan sampai penyaluran TKI hanya dijadikan komoditi bisnis semata oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab.  Sudah selayaknya semua elemen masyarakat baik dari pihak pemilik modal , pemerintah bahkan masyarakat peduli akan nasib TKI. Jangan sampai pahlawan devisa negara tersebut tersia-siakan dim negeri orang bahkan di negeri sendiri. Selamat Hari Buruh !

KAUM BURUH YANG TERMARGINALKAN
Tanggal  1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Sudah menjadi suatu rutinitas pada May Day dilakukan berbagai kegiatan advokasi, baik dari kalangan buruh, aktivis mahasiswa, LSM , dan siapapun yang peduli akan nasib buruh. Efek dari globalisasi menuntut sektor usaha di berbagai belahan dunia berkompetisi dalam memajukan industri. Tidak terkecuali Indonesia,  yang saat ini menuju proses industrialisasi terus menekan para pekerja agar terus produktif sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Neo-Liberalisme yang terus berkembang di kalangan pengusaha terus menggeser hak-hak buruh yang seharusnya dapat terakomodir dengan baik. Tidak sedikit pengusaha yang mengesampingkan kesejahteraan para buruh demi untung yang dapat dikais. Lalu bagaimana perlindungan bagi buruh, apakah pemerintah sudah memfasilitasinya dengan baik?
Dalam UU tentang Ketenegakerjaan No13 tahun 2003 sudah diatur mengenai hak dan kewajiban baik dari pengusaha maupun buruh . Buruh berhak mendapat kesejahteraan baik melalui jaminan sosial tenaga kerja dan dari pengupahan. Namun jika kita tengok realita, buruh hanya dianggap sebagai pekerja menengah ke bawah dengan upah yang sangat rendah dan kesejahteraan yang terabaikan. Buruh hanya sebagai suatu robot bagi perusahaan yang mengandalkan keuntungan semata. Posisi tawar buruh yang rendah membuat buruh tidak berkutik menerima ketidakberpihakan yang dialami oleh mereka. Ditambah lagi dengan adanya sistem outsourcing yang membuat nasib buruh semakin terombang-ambingkan.
Nasib buruh  yang termarginalkan  tidak berhenti bagi buruh yang bekerja di wilayah Indonesia saja, namun juga nasib buruh migran Indonesia atau yang biasa kita kenal dengan TKI ( Tenaga Kerja Indonesia). Tergiur gaji yang ditawarkan membuat para buruh berbondong-bondong untuk bekerja di luar negeri. Namun bukan gaji tinggi yang didapatkan, tetapi penganiayaan, penyiksaan dan pelecehan yang justru didapatkan oleh pahlawan devisa tersebut. Fenomena semakin banyaknya angkatan kerja yang berminat menjadi buruh migran sebenarnya merupakan suatu tanda bahwa pemerintah belum berhasil memberikan masalah pengangguran dan peningkatan kesejahteraan . Bahkan pemerintah turut serta dalam kepentingan para pengusaha yang berupaya memperoleh pemasukan sebesar-besarnya bagi negara dengan mengorbankan hak- hak buruh.
Sudah selayaknya kita melihat perjuangan buruh dari setiap aksi mereka dengan bijaksana. Jangan sampai masalah buruh yang sudah semakin berakar  mencapai  puncak kompleksitas. Sebagai sebuah bangsa , sudah semestinya berempati terhadap buruh yang merupakan roda- roda industri yang merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Pengkerdilan perjuangan kaum buruh sudah semestinya tidak lagi terjadi. Berbagai benturan kepentingan yang ada dalam elemen pemerintah dan pemilik modal jangan lagi menekan teriakan para buruh. Demi bangsa Indonesia yang bersinergi dalam perekonomian dan perindustrian sudah sebaiknya seluruh elemen baik pemerintah, pemilik modal , tidak terkecuali masyarakat peduli akan nasib buruh. Selamat hari buruh !

Minggu, 18 Desember 2011

Miss U Daddy

"Assalamualaikum Kak, lagi apa?", tiba-tiba jutaan rindu menyergap tulang rusuk yang menyelimuti jantungku.

Aku rindu suara bass nan lembut itu, suara almarhum Babe. Walaupun keluargaku masih campuran darah Yogyakarta, tapi aku dibesarkan di Jakarta dan Bekasi. Celotehan khas betawi membuat aku jadi terbiasa memanggil "babe". Beliau awalnya tidak suka dipanggil seperti itu. Tapi akhirnya beliau menyerah , 4:1 , seisi rumah jadi keterusan memanggilnya "babe".

2 hari lagi genap 3 bulan beliau pergi meninggalkan keluarganya ke pangkuan Sang Pencipta. Dibalik perkiraanku, Allah mengambil begitu cepat, bukan lagi rasa shock yang kurasa. Aku seperti dilempar sebuah batu besar yang langsung menusuk ulu hatiku.Baru 2 minggu setelah bertemu di hari raya Idul Fitri. Ingat sekali ketika beliau mengenakan baju koko warna putih yang baru saja aku dan Ibu beli di sebuah Mall. Biasanya beliau sangat tidak suka jika kami belikan baju lebaran ."Seperti anak kecil", ujar Babe. Tapi entah mengapa Lebaran lalu beliau sangat suka dan langsung dikenakan ketika Shalat Ied. Ada yang janggal saat itu, beliau yang biasanya gemar berceloteh saat itu diam. Wajahnya terlihat sangat bersih ketika memakai baju putih. Ya, katanya sih setiap orang yang mau meninggal akan terlihat ada yang aneh dari gerak-geriknya. Kalau saja aku tau Allah akan mengambilnya , tidak akan kulewatkan setiap detik pun tanpanya.Ah, tapi itu sudah takdir Tuhan . Kusesali sampai mati pun beliau tidak bisa kembali hidup bersamaku.
Teringat jelas dalam lamunanku bagaimana caranya menyampaikan kasih sayang kepada abuah hatinya. Kadang aku menganggapnya berlebihan. Ketika aku masih SD beliau sering mengantarku sampai dilihatnya aku benar-benar masuk ke ruang kelas.Moment hal yang masih teringat jelas d memori otakku adalah ketika beliau mencium keningku sambil kegirangan ketika aku berhasil diterima di salah satu SMP favorit di Bekasi.Aku justru malu, ketika itu banyak teman-temanku yang melihat. Tapi kini, tidak ada lagi kecupan hangat di keningku. Terakhir beliau menciumku di stasiun ketika aku mau kembali ke Jogja. Tepat 2 minggu sebelum ia pergi untuk selamanya.
Ayahku mungkin tidak seperti ayah teman-temanku yang mempunyai jabatan tinggi atau pengusaha yang mempunyai beberapa ruko. Beliau memang terlihat paling biasa diantara saudara-saudaranya yang sukses. Tapi yang paling menyentuhku ketika aku tau dulu beliau yang menguliahkan adiknya hingga perguruan tinggi. Dibalik kesuksesan mereka ada perjuangan beliau yang tidak terharga nilainya. Yes, he's my best father !

DADDY, YOU KNOW HOW MUCH I LOVE YOU
I WANT YOU, TO HELP ME , TO SHOW ME THE WAY
DADDY, OH DADDY
SOMETIMES I MIGHT DO WRONG
BUT I’LL NEVER STOP TRYING
TO BE YOUR NUMBER ONE

Jumat, 16 Desember 2011

My Opinion

diterbitkan di Swara Kampus Kedaulatan Rakyat