WHEN THE GIRL

WANNA TRY DO THE BEST AND GET THE BEST

Senin, 11 Juni 2012

Enemy

Hi, are U there? still with your innoncence face? 
Are u still there? never feel guilty with all of your sins.
I just lauughing you from the farness
Never want you appear in front of me
You are still boast, never change
Do you realize when you leave me alone? I want to go with from you,
I said yesterday that I came up with you, but I was lying
Hi, are you still there?
Wish you got better but the best for me, 

-FDP-

Selasa, 01 Mei 2012


POLEMIK PAHLAWAN  DEVISA NEGARA
Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Hari Buruh  seolah  menjadi suatu pengakuan bahwa buruh bukan sebuah golongan yang diminoritaskan lagi. Namun, yang menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah hak-hak para buruh sudah terakomodir dengan baik? Problematika mengenai masalah buruh tidak berhenti mengakar dan hampir mencapai puncak kompleksitas.  Masalah pengupahan dan jaminan sosial merupakan diantara berbagagai permasalahan yang menghadang para buruh saat ini. Di Indonesia sendiri, buruh masih menjadi social dumping  antara para pelaku modal dan pemerintah yang menyebabkan posisi tawar buruh menjadi rendah. Tidak hanya itu, berbagai polemik ketenagakerjaan  juga muncul terhadap Buruh Migran Indonesia atau TKI. TKI sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara justru terabaikan dan tersia-siakan di negeri orang.
Belum lama ini kita dikejutkan dengan dugaan penjualan organ tubuh manusia yang dilakukan terhadap tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat. Ketiga TKI tersebut tewas karena luka tembak bagian kepala yang dilakukan polisi Malaysia ketika mereka ingin merampok. Saat dipulangkan, keluarga korban curiga terdapat bekas jahitan pada area organ-organ vital tubuh korban. Tentu saja kabar tersebut menghentakkan bangsa Indonesia, terutama instansi yang bergerak dalam ketenegakerjaan Indonesia, seperti Migrant Care.  Berbagai desakan muncul dari berbagai pihak, dan akhirnya otopsi pun dilakukan mabes POLRI. Dari hasil otopsi  terbukti tidak ada satupun organ yang hilang dari tubuh korban. Walaupun tidak terbukti ada indikasi penjualan organ tubuh , tetapi tetap saja yang dilakukan oleh polisi Malaysia tersebut merupakan pelanggaran HAM terhadap tewasnya para TKI.
Berbagai aksi demo muncul dari berbagai aktivis dan aliansi untuk menuntut diusutnya penyebab tewasnya ketiga TKI tersebut. Bahkan mereka juga menuntut pemutusan hubungan diplomatik  antara Indonesia dengan Malaysia. Aksi  dan berbagai demo masalah TKI bukan terjadi  kali ini saja. Kasus pelanggaran hak TKI tidak hanya terjadi Malaysia saja, namun juga di beberapa negara tujuan pengiriman TKI seperti Arab Saudi. Masih hangat di benak kita kasus Sumiati yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi menjadi korban penyiksaan majikannya.  Mencuatnya kasus Sumiati memicu terbongkarnya kasus penyiksaan lain yang terjadi  terhadap TKI di Arab Saudi. Ternyata kasus Sumiati tersebut tidak cukup mencoreng lembaga perlindungan TKI di luar negeri, BNP2TKI.  Hal itu disusul adanya kasus Ruyati yang dihukum pancung karena terbukti telah membunuh majikan yang kerap menyiksanya. Hal yang memprihatinkan tidak adanya laporan pemerintah Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia atas hukuman pancung yang dikenakan terhadap Ruyati.
Kasus- kasus yang menyeruak terhadap TKI hanya segelintir saja yang dapat terungkap melalui media. Masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang dialami oleh pahlawan devisa  negara tersebut.  Hal itu menunjukkan belum berhasilnya pemerintah dalam mengakomodir hak- hak dari para buruh yang secara yuridis sudah dijabarkan pada U No.39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.  Dalam pasal 10 tersebut dijelaskan bahwa penyelenggaraan TKI diselenggarakan oleh pihak negeri dan swasta. Walaupun tidak dicantumkan secara gamblang pada UU tersebut, namun pihak swasta juga dibebankan kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada TKI. Jangan sampai penyaluran TKI hanya dijadikan komoditi bisnis semata oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab.  Sudah selayaknya semua elemen masyarakat baik dari pihak pemilik modal , pemerintah bahkan masyarakat peduli akan nasib TKI. Jangan sampai pahlawan devisa negara tersebut tersia-siakan dim negeri orang bahkan di negeri sendiri. Selamat Hari Buruh !

KAUM BURUH YANG TERMARGINALKAN
Tanggal  1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Sudah menjadi suatu rutinitas pada May Day dilakukan berbagai kegiatan advokasi, baik dari kalangan buruh, aktivis mahasiswa, LSM , dan siapapun yang peduli akan nasib buruh. Efek dari globalisasi menuntut sektor usaha di berbagai belahan dunia berkompetisi dalam memajukan industri. Tidak terkecuali Indonesia,  yang saat ini menuju proses industrialisasi terus menekan para pekerja agar terus produktif sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Neo-Liberalisme yang terus berkembang di kalangan pengusaha terus menggeser hak-hak buruh yang seharusnya dapat terakomodir dengan baik. Tidak sedikit pengusaha yang mengesampingkan kesejahteraan para buruh demi untung yang dapat dikais. Lalu bagaimana perlindungan bagi buruh, apakah pemerintah sudah memfasilitasinya dengan baik?
Dalam UU tentang Ketenegakerjaan No13 tahun 2003 sudah diatur mengenai hak dan kewajiban baik dari pengusaha maupun buruh . Buruh berhak mendapat kesejahteraan baik melalui jaminan sosial tenaga kerja dan dari pengupahan. Namun jika kita tengok realita, buruh hanya dianggap sebagai pekerja menengah ke bawah dengan upah yang sangat rendah dan kesejahteraan yang terabaikan. Buruh hanya sebagai suatu robot bagi perusahaan yang mengandalkan keuntungan semata. Posisi tawar buruh yang rendah membuat buruh tidak berkutik menerima ketidakberpihakan yang dialami oleh mereka. Ditambah lagi dengan adanya sistem outsourcing yang membuat nasib buruh semakin terombang-ambingkan.
Nasib buruh  yang termarginalkan  tidak berhenti bagi buruh yang bekerja di wilayah Indonesia saja, namun juga nasib buruh migran Indonesia atau yang biasa kita kenal dengan TKI ( Tenaga Kerja Indonesia). Tergiur gaji yang ditawarkan membuat para buruh berbondong-bondong untuk bekerja di luar negeri. Namun bukan gaji tinggi yang didapatkan, tetapi penganiayaan, penyiksaan dan pelecehan yang justru didapatkan oleh pahlawan devisa tersebut. Fenomena semakin banyaknya angkatan kerja yang berminat menjadi buruh migran sebenarnya merupakan suatu tanda bahwa pemerintah belum berhasil memberikan masalah pengangguran dan peningkatan kesejahteraan . Bahkan pemerintah turut serta dalam kepentingan para pengusaha yang berupaya memperoleh pemasukan sebesar-besarnya bagi negara dengan mengorbankan hak- hak buruh.
Sudah selayaknya kita melihat perjuangan buruh dari setiap aksi mereka dengan bijaksana. Jangan sampai masalah buruh yang sudah semakin berakar  mencapai  puncak kompleksitas. Sebagai sebuah bangsa , sudah semestinya berempati terhadap buruh yang merupakan roda- roda industri yang merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Pengkerdilan perjuangan kaum buruh sudah semestinya tidak lagi terjadi. Berbagai benturan kepentingan yang ada dalam elemen pemerintah dan pemilik modal jangan lagi menekan teriakan para buruh. Demi bangsa Indonesia yang bersinergi dalam perekonomian dan perindustrian sudah sebaiknya seluruh elemen baik pemerintah, pemilik modal , tidak terkecuali masyarakat peduli akan nasib buruh. Selamat hari buruh !

Minggu, 18 Desember 2011

Miss U Daddy

"Assalamualaikum Kak, lagi apa?", tiba-tiba jutaan rindu menyergap tulang rusuk yang menyelimuti jantungku.

Aku rindu suara bass nan lembut itu, suara almarhum Babe. Walaupun keluargaku masih campuran darah Yogyakarta, tapi aku dibesarkan di Jakarta dan Bekasi. Celotehan khas betawi membuat aku jadi terbiasa memanggil "babe". Beliau awalnya tidak suka dipanggil seperti itu. Tapi akhirnya beliau menyerah , 4:1 , seisi rumah jadi keterusan memanggilnya "babe".

2 hari lagi genap 3 bulan beliau pergi meninggalkan keluarganya ke pangkuan Sang Pencipta. Dibalik perkiraanku, Allah mengambil begitu cepat, bukan lagi rasa shock yang kurasa. Aku seperti dilempar sebuah batu besar yang langsung menusuk ulu hatiku.Baru 2 minggu setelah bertemu di hari raya Idul Fitri. Ingat sekali ketika beliau mengenakan baju koko warna putih yang baru saja aku dan Ibu beli di sebuah Mall. Biasanya beliau sangat tidak suka jika kami belikan baju lebaran ."Seperti anak kecil", ujar Babe. Tapi entah mengapa Lebaran lalu beliau sangat suka dan langsung dikenakan ketika Shalat Ied. Ada yang janggal saat itu, beliau yang biasanya gemar berceloteh saat itu diam. Wajahnya terlihat sangat bersih ketika memakai baju putih. Ya, katanya sih setiap orang yang mau meninggal akan terlihat ada yang aneh dari gerak-geriknya. Kalau saja aku tau Allah akan mengambilnya , tidak akan kulewatkan setiap detik pun tanpanya.Ah, tapi itu sudah takdir Tuhan . Kusesali sampai mati pun beliau tidak bisa kembali hidup bersamaku.
Teringat jelas dalam lamunanku bagaimana caranya menyampaikan kasih sayang kepada abuah hatinya. Kadang aku menganggapnya berlebihan. Ketika aku masih SD beliau sering mengantarku sampai dilihatnya aku benar-benar masuk ke ruang kelas.Moment hal yang masih teringat jelas d memori otakku adalah ketika beliau mencium keningku sambil kegirangan ketika aku berhasil diterima di salah satu SMP favorit di Bekasi.Aku justru malu, ketika itu banyak teman-temanku yang melihat. Tapi kini, tidak ada lagi kecupan hangat di keningku. Terakhir beliau menciumku di stasiun ketika aku mau kembali ke Jogja. Tepat 2 minggu sebelum ia pergi untuk selamanya.
Ayahku mungkin tidak seperti ayah teman-temanku yang mempunyai jabatan tinggi atau pengusaha yang mempunyai beberapa ruko. Beliau memang terlihat paling biasa diantara saudara-saudaranya yang sukses. Tapi yang paling menyentuhku ketika aku tau dulu beliau yang menguliahkan adiknya hingga perguruan tinggi. Dibalik kesuksesan mereka ada perjuangan beliau yang tidak terharga nilainya. Yes, he's my best father !

DADDY, YOU KNOW HOW MUCH I LOVE YOU
I WANT YOU, TO HELP ME , TO SHOW ME THE WAY
DADDY, OH DADDY
SOMETIMES I MIGHT DO WRONG
BUT I’LL NEVER STOP TRYING
TO BE YOUR NUMBER ONE

Jumat, 16 Desember 2011

My Opinion

diterbitkan di Swara Kampus Kedaulatan Rakyat

Jumat, 02 September 2011

Diterbitkan di Koran Kedaulatan Rakyat rubrik Swara Kampus edisi 6 september 2011


Mahasiswa Juga Mudik Loh !



“Mbalik Ndeso” alias mudik merupakan saat yang paling ditunggu oleh para mahasiswa yang merantau untuk menempuh ilmu jauh dari kampong halaman. Termasuk sekarang ini ketika menjelang libur lebaran, mudik menjadi suatu rutinitas bagi mahasiswa rantauan untuk bertemu para sanak famili mereka. Berdasarkan informasi yang bersumber dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginformasikan pertumbuhan arus mudik lebaran tahun ini mencapai 14,75 juta orang atau naik tipis sebesar 3,29 persen dibanding periode arus mudik lebaran tahun kemarin yakni 14,28 juta penumpang. Untuk bermudik ada berbagai pilihan transportasi yang ditawarkan agar bisa kita gunakan sebagai pilihan untuk bermudik , diantaranya bus, kereta api, pesawat hingga kapal laut. Namun tidak sedikit juga pemudik yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi mereka.
Untuk puncak arus mudik sendiri baru tampak terlihat pada H-3 dan H-2 Lebaran. Hal itu terlihat dari pantauan yang dilakukan oleh tim Swaka KR di beberapa terminal di Ibu kota. Seperti di salah satu terminal wilayah Jakarta-timur ,terminal bis pulogadung misalnya, pada hari H-4 masih terlihat sepi oleh pemudik dibandingkan hari berikutnya. Lain lagi dengan terminal Lebak Bulus dan terminal Kali deres yang sudah mencapai arus mudik pada tanggal 26 September. Antusiasme para pemudik juga terlihat di stasiun-stasiun kereta api di kota besar , seperti stasiun senin yang mulai dipadati pemudik bahkan tidak sedikit yang rela menginap di stasiun agar tidak kehabisan tiket dan kedapatan tempat duduk. Berdasarkan keterangan kepala DAOP I bahwa pihaknya menurunkan 38 kereta komersial, 12 kereta ekonomi dan 6 kereta tambahan. Namun secara nasional berdasarkan catatan PT.KAI , pemudik pengguna jasa transportasi Kereta api mengarami penurunan 5-13 persen dibandingkan dengan tahun kemarin. Berbeda dengan tarif transportasi yang diperkirakan mengalami kenaikan cukup signifikan pada H-7 sampai H+7. Contohnya saja untuk tiket kereta api tujuan Surabaya tembus hingga harga Rp 650.000. Maka dari itu tidak sedikit mahasiswa yang sudah memesan tiket jauh hari agar tidak kehabisan tiket dan juga tidak terkena kenaikan tarif lebaran.Salah satunya Satrio Wicaksono mahasiswa fakultas Hukum UGM yang sudah memesan tiket tujuan Surabaya pada H-14, “ Kalau belinya mepet takut kehabisan terus harganya sudah naik “, tuturnya kepada tim Swaka KR.

Dalam bermudik pastinya juga butuh segala sesuatu untuk disiapkan agar perjalanan mudik terasa lancar,aman dan selamat sampai tujuan. Yang paling utama adalah menentukan transportasi apa yang akan kita pilih untuk mudik,. Menentukan jenis transportasi lebih memudahkan dalam pembelian tiket dan kita bisa memprediksi kapan dan dimana tiket dapat kita peroleh sehingga terhindar dari para calo yang biasanya memanfaatkan moment libur lebaran untuk menguras kantong para pemudik. Selain transportasi , jangan lupa untuk mengatur barang yang akan kita bawa saat mudik .Jangan sampai membawa barang yang tidak terlalu penting dan hanya menyusahkan kita saat bermudik . Ada hal yang biasanya sering kita abaikan dalam bermudik adalah membawa obat-obatan yang justru sangat menentukan kondisi kita disaat perjalanan. Jangan sampai perjalanan mudik yang lama menjadi terasa menderita ketika obat-obatan yang kita perlukan tidak terbawa.
Selain itu kita juga perlu waspada terhadap kejahatan yang selalu siap mengintai kita. Kejahatan dapat terjadi kapan saja dan oleh siapa saja, di saat mudik tingkat kriminalitas meningkat seiring bertambahnya jumlah pemudik. Untuk mengantisipasi itu terjadi, sebaiknya jaga dengan baik barang yang kita bawa dan yang paling penting jangan memamerkan apa yang kita miliki di depan umum seperti menggunakan perhiasan atau mengeluarkan gadget yang kita miliki. Jangan sampai kita mengalami nasib buruk seperti yang terjadi pada Mochammad Alwi, mahasiswa STMIK Amikom . Handphone miliknya raib ketika perjalanan mudik menuju kota asalnya, Pekalongan , dikarenakan tidak menjaga dengan benar saat di bis.
Persiapan pastinya tidak hanya dilakukan oleh para pemudik semata, tetapi juga dari pihak pengelola transportasi yang akan kita pergunakan jasanya untuk bermudik, mulai dari kondisi kendaraan bahkan sampai kondisi supir. Seperti di terminal pulogadung yang melakukan check kesehatan terlebih dahulu kepada para supir yang akan diberangkatkan agar meminimalisir hal yang tidak diinginkan di saat perjalanan.
Dengan segala persiapan yang lancar perjalanan mudik kita yang memakan waktu berjam-jam akan terasa nyaman dan tidak terasa lama. Selamat mudik dan bertemu keluarga di kampong halaman :D



Senin, 25 Juli 2011

Asrama Mahasiswa Jawa Barat “ Kujang”



Berilmu dan Berbudaya


Kekeluargaan, itu kesan pertama yang dirasakan ketika berkunjung ke Asrama Kujang yang berlokasi di daerah baciro, Yogyakarta . Asrama ini sudah didirikan 59 tahun silam oleh alm Prof.Hardjasoemantri yang merupakan mantan rektor Universitas Gadjah Mada. Asrama Kujang merupakan salah satu asrama mahasiswa daerah tertua yang diperuntukkan untuk mahasiswa putra yang berasal dari jawa-barat yang sedang menimba ilmu di Jogjakarta , sesuai dengan misi dari Asrama Kujang sendiri yaitu sebagai wadah keluarga mahasiswa Jawa Barat untuk mengapresiasikan minat dan bakat yang mereka miliki
Seperti yang dikemukakan oleh ketua Asrama Kujang , Faturrahman, saat diwawancara tim swaka, ada 4 aspek yang diunggulkan dalam asrama ini yaitu keilmuan, kekeluargaan, kebudayaan dan sosial. Setiap penghuni asrama wajib memiliki dan menanamkan keempat aspek tersebut dalam kegiatan mereka sehari-hari. Selain itu mahasiswa juga harus ikut serta berkontribusi terhadap masyarakat, apalagi mereka merupakan anak rantau yang menumpang menimba ilmu di daerah orang. Misalnya ketika bencana erupsi merapi kemarin para mahasiswa asrama kujang terjun langsung ke daerah bencana sebagai relawan, dan untuk di sekitar lingkungan asrama para mahasiswa mengajar anak-anak sekitar dalam mengaji dan baca-tulis. Selain di bidang sosial , asrama kujang juga mengajak masyarakat untuk belajar mengenai kebudayaan jawa barat seperti alat music tradisional, tari daerah, dan pakaian adat Jawa Barat . “Banyak anak sekolah dasar dan Taman Kanak-kanak yang berkunjung kesini untuk belajar budaya Jawa Barat”, ujar mahasiswa Hubungan Internasional UPN ‘Veteran’ tersebut.
Untuk kegiatan mahasiswa sendiri bermacam-macam, mulai dari diskusi ilmiah , kegiatan olahraga, dan latihan gamelan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis dan Minggu. Ada juga 3 jenis kewajiban yang harus diikuti seluruh penghuni asrama , mulai dari harian yaitu shalat maghrib berjamaah, kegiatan mingguan dengan piket kebersihan dan bulanan, yaitu membayar iuran wajib yang sudah ditetapkan pengurus asrama. “Untuk peraturan khusus seperti jam malam , mahasiswa harus sudah ada di asrama pukul 10 malam kecuali malam minggu ada toleransi “, ujar Faturrahman menambahkan.
Asrama Kujang sendiri memiliki 12 kamar untuk seluruh penghuni yang terdiri dari 32 mahasiswa, ruang pertemuan, mushola, galeri kesenian,ruang alat music daerah , lapangan badminton, perpustakaan dan jaringan internet yang dapat diakses bebas oleh semua penghuni asrama. Untuk biaya yang harus dibayarkan , tidak seluruhnya ditangguhkan kepada mahasiswa karena dibantu oleh pemprov Jawa Barat sehingga mahasiswa mempunyai kewajiban untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan kembali untuk membangun daerah asalnya.
Ki Demang yang merupakan sesepuh Asrama Kujang menuturkan kepada Swaka, bahwa yang bisa menjadi penghuni asrama tersebut bukan sembarang mahasiswa asal Jawa Barat. Mereka harus memiliki 4 aspek yang ditonjolkan dalam asrama ini. Mereka merupakan perwakilan yang didelegasikan daerah masing-masing kabupaten daerah asalnya. “Mahasiswa asrama ini tentunya harus berilmu, berbudaya, berbakat di bidang olahraga dan bersifat sosial”,ujar Ki Demang.
Selain sebagai wadah perkumpulan mahasiswa Jawa Barat, asrama kujang juga merupakan wadah bagi seluruh warga Jawa Barat yang tinggal di daerah Jogjakarta untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan, baik seni maupun sosial. Selain itu, asrama Kujang juga sebagai anjungan daerah nusantara yang telah diresmikan pada 20 Oktober 2009 oleh bapak Walikota Herry Zudianto dan sebagai sekre West Java touris information centre d Jogja untuk berkunjungnya pelajar maupun umum untuk mengenal daerah Jawa Barat.