WHEN THE GIRL

WANNA TRY DO THE BEST AND GET THE BEST

Selasa, 01 Mei 2012


KAUM BURUH YANG TERMARGINALKAN
Tanggal  1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Sudah menjadi suatu rutinitas pada May Day dilakukan berbagai kegiatan advokasi, baik dari kalangan buruh, aktivis mahasiswa, LSM , dan siapapun yang peduli akan nasib buruh. Efek dari globalisasi menuntut sektor usaha di berbagai belahan dunia berkompetisi dalam memajukan industri. Tidak terkecuali Indonesia,  yang saat ini menuju proses industrialisasi terus menekan para pekerja agar terus produktif sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Neo-Liberalisme yang terus berkembang di kalangan pengusaha terus menggeser hak-hak buruh yang seharusnya dapat terakomodir dengan baik. Tidak sedikit pengusaha yang mengesampingkan kesejahteraan para buruh demi untung yang dapat dikais. Lalu bagaimana perlindungan bagi buruh, apakah pemerintah sudah memfasilitasinya dengan baik?
Dalam UU tentang Ketenegakerjaan No13 tahun 2003 sudah diatur mengenai hak dan kewajiban baik dari pengusaha maupun buruh . Buruh berhak mendapat kesejahteraan baik melalui jaminan sosial tenaga kerja dan dari pengupahan. Namun jika kita tengok realita, buruh hanya dianggap sebagai pekerja menengah ke bawah dengan upah yang sangat rendah dan kesejahteraan yang terabaikan. Buruh hanya sebagai suatu robot bagi perusahaan yang mengandalkan keuntungan semata. Posisi tawar buruh yang rendah membuat buruh tidak berkutik menerima ketidakberpihakan yang dialami oleh mereka. Ditambah lagi dengan adanya sistem outsourcing yang membuat nasib buruh semakin terombang-ambingkan.
Nasib buruh  yang termarginalkan  tidak berhenti bagi buruh yang bekerja di wilayah Indonesia saja, namun juga nasib buruh migran Indonesia atau yang biasa kita kenal dengan TKI ( Tenaga Kerja Indonesia). Tergiur gaji yang ditawarkan membuat para buruh berbondong-bondong untuk bekerja di luar negeri. Namun bukan gaji tinggi yang didapatkan, tetapi penganiayaan, penyiksaan dan pelecehan yang justru didapatkan oleh pahlawan devisa tersebut. Fenomena semakin banyaknya angkatan kerja yang berminat menjadi buruh migran sebenarnya merupakan suatu tanda bahwa pemerintah belum berhasil memberikan masalah pengangguran dan peningkatan kesejahteraan . Bahkan pemerintah turut serta dalam kepentingan para pengusaha yang berupaya memperoleh pemasukan sebesar-besarnya bagi negara dengan mengorbankan hak- hak buruh.
Sudah selayaknya kita melihat perjuangan buruh dari setiap aksi mereka dengan bijaksana. Jangan sampai masalah buruh yang sudah semakin berakar  mencapai  puncak kompleksitas. Sebagai sebuah bangsa , sudah semestinya berempati terhadap buruh yang merupakan roda- roda industri yang merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Pengkerdilan perjuangan kaum buruh sudah semestinya tidak lagi terjadi. Berbagai benturan kepentingan yang ada dalam elemen pemerintah dan pemilik modal jangan lagi menekan teriakan para buruh. Demi bangsa Indonesia yang bersinergi dalam perekonomian dan perindustrian sudah sebaiknya seluruh elemen baik pemerintah, pemilik modal , tidak terkecuali masyarakat peduli akan nasib buruh. Selamat hari buruh !

Minggu, 18 Desember 2011

Miss U Daddy

"Assalamualaikum Kak, lagi apa?", tiba-tiba jutaan rindu menyergap tulang rusuk yang menyelimuti jantungku.

Aku rindu suara bass nan lembut itu, suara almarhum Babe. Walaupun keluargaku masih campuran darah Yogyakarta, tapi aku dibesarkan di Jakarta dan Bekasi. Celotehan khas betawi membuat aku jadi terbiasa memanggil "babe". Beliau awalnya tidak suka dipanggil seperti itu. Tapi akhirnya beliau menyerah , 4:1 , seisi rumah jadi keterusan memanggilnya "babe".

2 hari lagi genap 3 bulan beliau pergi meninggalkan keluarganya ke pangkuan Sang Pencipta. Dibalik perkiraanku, Allah mengambil begitu cepat, bukan lagi rasa shock yang kurasa. Aku seperti dilempar sebuah batu besar yang langsung menusuk ulu hatiku.Baru 2 minggu setelah bertemu di hari raya Idul Fitri. Ingat sekali ketika beliau mengenakan baju koko warna putih yang baru saja aku dan Ibu beli di sebuah Mall. Biasanya beliau sangat tidak suka jika kami belikan baju lebaran ."Seperti anak kecil", ujar Babe. Tapi entah mengapa Lebaran lalu beliau sangat suka dan langsung dikenakan ketika Shalat Ied. Ada yang janggal saat itu, beliau yang biasanya gemar berceloteh saat itu diam. Wajahnya terlihat sangat bersih ketika memakai baju putih. Ya, katanya sih setiap orang yang mau meninggal akan terlihat ada yang aneh dari gerak-geriknya. Kalau saja aku tau Allah akan mengambilnya , tidak akan kulewatkan setiap detik pun tanpanya.Ah, tapi itu sudah takdir Tuhan . Kusesali sampai mati pun beliau tidak bisa kembali hidup bersamaku.
Teringat jelas dalam lamunanku bagaimana caranya menyampaikan kasih sayang kepada abuah hatinya. Kadang aku menganggapnya berlebihan. Ketika aku masih SD beliau sering mengantarku sampai dilihatnya aku benar-benar masuk ke ruang kelas.Moment hal yang masih teringat jelas d memori otakku adalah ketika beliau mencium keningku sambil kegirangan ketika aku berhasil diterima di salah satu SMP favorit di Bekasi.Aku justru malu, ketika itu banyak teman-temanku yang melihat. Tapi kini, tidak ada lagi kecupan hangat di keningku. Terakhir beliau menciumku di stasiun ketika aku mau kembali ke Jogja. Tepat 2 minggu sebelum ia pergi untuk selamanya.
Ayahku mungkin tidak seperti ayah teman-temanku yang mempunyai jabatan tinggi atau pengusaha yang mempunyai beberapa ruko. Beliau memang terlihat paling biasa diantara saudara-saudaranya yang sukses. Tapi yang paling menyentuhku ketika aku tau dulu beliau yang menguliahkan adiknya hingga perguruan tinggi. Dibalik kesuksesan mereka ada perjuangan beliau yang tidak terharga nilainya. Yes, he's my best father !

DADDY, YOU KNOW HOW MUCH I LOVE YOU
I WANT YOU, TO HELP ME , TO SHOW ME THE WAY
DADDY, OH DADDY
SOMETIMES I MIGHT DO WRONG
BUT I’LL NEVER STOP TRYING
TO BE YOUR NUMBER ONE

Jumat, 16 Desember 2011

My Opinion

diterbitkan di Swara Kampus Kedaulatan Rakyat

Jumat, 02 September 2011

Diterbitkan di Koran Kedaulatan Rakyat rubrik Swara Kampus edisi 6 september 2011


Mahasiswa Juga Mudik Loh !



“Mbalik Ndeso” alias mudik merupakan saat yang paling ditunggu oleh para mahasiswa yang merantau untuk menempuh ilmu jauh dari kampong halaman. Termasuk sekarang ini ketika menjelang libur lebaran, mudik menjadi suatu rutinitas bagi mahasiswa rantauan untuk bertemu para sanak famili mereka. Berdasarkan informasi yang bersumber dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginformasikan pertumbuhan arus mudik lebaran tahun ini mencapai 14,75 juta orang atau naik tipis sebesar 3,29 persen dibanding periode arus mudik lebaran tahun kemarin yakni 14,28 juta penumpang. Untuk bermudik ada berbagai pilihan transportasi yang ditawarkan agar bisa kita gunakan sebagai pilihan untuk bermudik , diantaranya bus, kereta api, pesawat hingga kapal laut. Namun tidak sedikit juga pemudik yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi mereka.
Untuk puncak arus mudik sendiri baru tampak terlihat pada H-3 dan H-2 Lebaran. Hal itu terlihat dari pantauan yang dilakukan oleh tim Swaka KR di beberapa terminal di Ibu kota. Seperti di salah satu terminal wilayah Jakarta-timur ,terminal bis pulogadung misalnya, pada hari H-4 masih terlihat sepi oleh pemudik dibandingkan hari berikutnya. Lain lagi dengan terminal Lebak Bulus dan terminal Kali deres yang sudah mencapai arus mudik pada tanggal 26 September. Antusiasme para pemudik juga terlihat di stasiun-stasiun kereta api di kota besar , seperti stasiun senin yang mulai dipadati pemudik bahkan tidak sedikit yang rela menginap di stasiun agar tidak kehabisan tiket dan kedapatan tempat duduk. Berdasarkan keterangan kepala DAOP I bahwa pihaknya menurunkan 38 kereta komersial, 12 kereta ekonomi dan 6 kereta tambahan. Namun secara nasional berdasarkan catatan PT.KAI , pemudik pengguna jasa transportasi Kereta api mengarami penurunan 5-13 persen dibandingkan dengan tahun kemarin. Berbeda dengan tarif transportasi yang diperkirakan mengalami kenaikan cukup signifikan pada H-7 sampai H+7. Contohnya saja untuk tiket kereta api tujuan Surabaya tembus hingga harga Rp 650.000. Maka dari itu tidak sedikit mahasiswa yang sudah memesan tiket jauh hari agar tidak kehabisan tiket dan juga tidak terkena kenaikan tarif lebaran.Salah satunya Satrio Wicaksono mahasiswa fakultas Hukum UGM yang sudah memesan tiket tujuan Surabaya pada H-14, “ Kalau belinya mepet takut kehabisan terus harganya sudah naik “, tuturnya kepada tim Swaka KR.

Dalam bermudik pastinya juga butuh segala sesuatu untuk disiapkan agar perjalanan mudik terasa lancar,aman dan selamat sampai tujuan. Yang paling utama adalah menentukan transportasi apa yang akan kita pilih untuk mudik,. Menentukan jenis transportasi lebih memudahkan dalam pembelian tiket dan kita bisa memprediksi kapan dan dimana tiket dapat kita peroleh sehingga terhindar dari para calo yang biasanya memanfaatkan moment libur lebaran untuk menguras kantong para pemudik. Selain transportasi , jangan lupa untuk mengatur barang yang akan kita bawa saat mudik .Jangan sampai membawa barang yang tidak terlalu penting dan hanya menyusahkan kita saat bermudik . Ada hal yang biasanya sering kita abaikan dalam bermudik adalah membawa obat-obatan yang justru sangat menentukan kondisi kita disaat perjalanan. Jangan sampai perjalanan mudik yang lama menjadi terasa menderita ketika obat-obatan yang kita perlukan tidak terbawa.
Selain itu kita juga perlu waspada terhadap kejahatan yang selalu siap mengintai kita. Kejahatan dapat terjadi kapan saja dan oleh siapa saja, di saat mudik tingkat kriminalitas meningkat seiring bertambahnya jumlah pemudik. Untuk mengantisipasi itu terjadi, sebaiknya jaga dengan baik barang yang kita bawa dan yang paling penting jangan memamerkan apa yang kita miliki di depan umum seperti menggunakan perhiasan atau mengeluarkan gadget yang kita miliki. Jangan sampai kita mengalami nasib buruk seperti yang terjadi pada Mochammad Alwi, mahasiswa STMIK Amikom . Handphone miliknya raib ketika perjalanan mudik menuju kota asalnya, Pekalongan , dikarenakan tidak menjaga dengan benar saat di bis.
Persiapan pastinya tidak hanya dilakukan oleh para pemudik semata, tetapi juga dari pihak pengelola transportasi yang akan kita pergunakan jasanya untuk bermudik, mulai dari kondisi kendaraan bahkan sampai kondisi supir. Seperti di terminal pulogadung yang melakukan check kesehatan terlebih dahulu kepada para supir yang akan diberangkatkan agar meminimalisir hal yang tidak diinginkan di saat perjalanan.
Dengan segala persiapan yang lancar perjalanan mudik kita yang memakan waktu berjam-jam akan terasa nyaman dan tidak terasa lama. Selamat mudik dan bertemu keluarga di kampong halaman :D



Senin, 25 Juli 2011

Asrama Mahasiswa Jawa Barat “ Kujang”



Berilmu dan Berbudaya


Kekeluargaan, itu kesan pertama yang dirasakan ketika berkunjung ke Asrama Kujang yang berlokasi di daerah baciro, Yogyakarta . Asrama ini sudah didirikan 59 tahun silam oleh alm Prof.Hardjasoemantri yang merupakan mantan rektor Universitas Gadjah Mada. Asrama Kujang merupakan salah satu asrama mahasiswa daerah tertua yang diperuntukkan untuk mahasiswa putra yang berasal dari jawa-barat yang sedang menimba ilmu di Jogjakarta , sesuai dengan misi dari Asrama Kujang sendiri yaitu sebagai wadah keluarga mahasiswa Jawa Barat untuk mengapresiasikan minat dan bakat yang mereka miliki
Seperti yang dikemukakan oleh ketua Asrama Kujang , Faturrahman, saat diwawancara tim swaka, ada 4 aspek yang diunggulkan dalam asrama ini yaitu keilmuan, kekeluargaan, kebudayaan dan sosial. Setiap penghuni asrama wajib memiliki dan menanamkan keempat aspek tersebut dalam kegiatan mereka sehari-hari. Selain itu mahasiswa juga harus ikut serta berkontribusi terhadap masyarakat, apalagi mereka merupakan anak rantau yang menumpang menimba ilmu di daerah orang. Misalnya ketika bencana erupsi merapi kemarin para mahasiswa asrama kujang terjun langsung ke daerah bencana sebagai relawan, dan untuk di sekitar lingkungan asrama para mahasiswa mengajar anak-anak sekitar dalam mengaji dan baca-tulis. Selain di bidang sosial , asrama kujang juga mengajak masyarakat untuk belajar mengenai kebudayaan jawa barat seperti alat music tradisional, tari daerah, dan pakaian adat Jawa Barat . “Banyak anak sekolah dasar dan Taman Kanak-kanak yang berkunjung kesini untuk belajar budaya Jawa Barat”, ujar mahasiswa Hubungan Internasional UPN ‘Veteran’ tersebut.
Untuk kegiatan mahasiswa sendiri bermacam-macam, mulai dari diskusi ilmiah , kegiatan olahraga, dan latihan gamelan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis dan Minggu. Ada juga 3 jenis kewajiban yang harus diikuti seluruh penghuni asrama , mulai dari harian yaitu shalat maghrib berjamaah, kegiatan mingguan dengan piket kebersihan dan bulanan, yaitu membayar iuran wajib yang sudah ditetapkan pengurus asrama. “Untuk peraturan khusus seperti jam malam , mahasiswa harus sudah ada di asrama pukul 10 malam kecuali malam minggu ada toleransi “, ujar Faturrahman menambahkan.
Asrama Kujang sendiri memiliki 12 kamar untuk seluruh penghuni yang terdiri dari 32 mahasiswa, ruang pertemuan, mushola, galeri kesenian,ruang alat music daerah , lapangan badminton, perpustakaan dan jaringan internet yang dapat diakses bebas oleh semua penghuni asrama. Untuk biaya yang harus dibayarkan , tidak seluruhnya ditangguhkan kepada mahasiswa karena dibantu oleh pemprov Jawa Barat sehingga mahasiswa mempunyai kewajiban untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan kembali untuk membangun daerah asalnya.
Ki Demang yang merupakan sesepuh Asrama Kujang menuturkan kepada Swaka, bahwa yang bisa menjadi penghuni asrama tersebut bukan sembarang mahasiswa asal Jawa Barat. Mereka harus memiliki 4 aspek yang ditonjolkan dalam asrama ini. Mereka merupakan perwakilan yang didelegasikan daerah masing-masing kabupaten daerah asalnya. “Mahasiswa asrama ini tentunya harus berilmu, berbudaya, berbakat di bidang olahraga dan bersifat sosial”,ujar Ki Demang.
Selain sebagai wadah perkumpulan mahasiswa Jawa Barat, asrama kujang juga merupakan wadah bagi seluruh warga Jawa Barat yang tinggal di daerah Jogjakarta untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan, baik seni maupun sosial. Selain itu, asrama Kujang juga sebagai anjungan daerah nusantara yang telah diresmikan pada 20 Oktober 2009 oleh bapak Walikota Herry Zudianto dan sebagai sekre West Java touris information centre d Jogja untuk berkunjungnya pelajar maupun umum untuk mengenal daerah Jawa Barat.

Rabu, 08 Juni 2011

Budaya Dewata :D


Baru saja beberapa hari yang lalu setelah plesiran dari Bali. Rasanya ingin lagi kesana lagi dalam waktu dekat. Memang baru dua kali saya pergi ke pulau Dewata tersebut, tapi ada suatu ketertarikan sendiri bagi setiap orang yang kesana untuk tidak cepat-cepat meninggalkan provinsi yang terdiri dari beberapa pulau itu. Perjalanan saya yang kali ini memang berbeda dan lebih menyenangkan. Selain memang sudah ditanggung semuanya oleh KR group alias gratisan#big thanks to KR :D , saya lebih mendapatkan wawasan tentang provinsi yang merupakan tempat wisata yang paling dicari di Indonesia oleh pelancong dari Negara mana pun itu. Tour Guide yang menemani bis kami sangat komunikatif , itu yang membuat seisi bis selalu menunggu cerita dari satu cerita ke cerita lainnya, kami memanggilnya Bli Putu. Bli sendiri adalah panggilan untuk kakak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua di Bali. Sedangkan kakak perempuan disebut mbok. Kalau dilihat banyak bahasa Bali yang mirip dengan bahasa jawa. Itu memang karena raja-raja Bali banyak yang pindahan dari pulau Jawa. Misalnya cangkem, di Bali Cangkem adalah bahasa yang paling halus untuk mnyebut mulut, dalam Bahasa Jawa memiliki arti yang sama tapi untuk bahasa Jawa yang paling kasar dan tidak sopan. Masyarakat Bali 90% menganut agama Hindu, dan sisanya adalah islam, Kristen , katolik ,juga Budha. Di Bali rasa menghormati antar agama sangat tinggi, ternyata kejadian 12 oktober 2002 silang memang tidak mampu untuk mengadu dombakan masyarakat Bali. Rasa toleransi antar umat beragama bisa dilihat di suatu tempat , ####### yang disana kita lihat tempat ibadah dari semua agama yang di Indonesia terletak secara berdampingan. Pura, masjid, gereja dan wihara terletak sejajar antara satu dengan yang lainnya. Luar biasa bukan ? Jika di tempat kita siapa saja yang tidak memakai helm ketika melintasi jalan raya silahkan saja bersiap untuk berurusan dengan polisi lalu-lintas. Namun beda halnya dengan Bali, disana bagi yang tidak memakai helm tidak dikatakan sebagai pelanggaran . Bentuk tersebut bukan karena Bali tidak punya aturan hukum yang strict namun itu merupakan bentuk penghormatan bagi setiap orang yang terburu-buru untuk beribadah sehingga tidak sempat memakai helm atau bagi pria Bali yang memakai udeng yang tidak memungkinkan untuk memakai helm. Itulah bentuk penghormatan masyarakat Bali terhadap agama. Maka dari itu jarang sekali atau mungkin tidak pernah kita temukan bentrok antar agama seperti di Poso atau daerah lainnya di Indonesia. Hampir setiap rumah di Bali mempunyai pura mini untuk menaruh sesaji dan dupa. Masyarakat Bali mempercayai bahwa ada kehidupan lain selain mereka yang menempati di dalam rumah, maka dari itu mereka menaruh sesaji agar makhluk dari kehidupan lain itu tidak mengganggu mereka. Banyak sekali budaya atau kesenian yang saya temukan disana mulai dari seni tari, patung , ogoh-ogoh , lukisan dan pastinya tempat wisata yang luar biasa indahnya. Ketika kami mengunjungi Bali Classic Centre yang merupakan Bali dalam bentuk mini saya sangat terkesima ketika seniman Bali bisa menyulap daerah tersebut seperti miniature Bali. Mulai dari rumah adat , pura dan juga replica patung-patung penari Bali. Lalu kami disuguhkan dengan berbagai macam tari tradisional Bali seperti tari Barong, dan tari Topeng . Selain kebudayaannya yang sangat unik , di Bali juga ada suatu kebiasaan yang sangat unik. Di Bali dihalalkan 5 hal untuk berbohong , yaitu : 1. Orang Tua boleh membohongi anaknya, khusus dalam hal kebaikan, 2. Dokter boleh membohongi pasiennya, 3. Musuh dalam peperangan halal untuk dibohongi, 4. Orang boleh membohongi kekasihnya dalam hal kata-kata yang merupakan suatu rayuan semata d, 5. Penjual boleh membohongi pembeli. Bagi para wisatawan poin kelima yang paling tidak menyenangkan, penjual boleh membohongi pembeli dalam menjual barang yang mereka dagangkan. Tidak sedikit wisatawan yang membeli dengan harga yang mahal. Jadi hati-hatilah dalam menawar  . Kalau kita ke Bali pastinya tempat yang kita ingin kunjungi salah satunya adalah pantai. Di Bali banyak sekali pantai yang perlu diperhitungkan keindahannya. Kalau ingin melihat sunrise, pantai sanur yang paling tepat. Kalau sunset silahkan datang ke Kuta. Saking banyaknya keindahan di Bali , ingin rasanya kesana lagi untuk melancong ke tempat-tempat indah lainnya yang belum sempat dijamah. Tidak heran kalau Bali selalu ramai dengan turis domestic dan mancanegara. . Itu sedikit cerita mengenai liburan singkat saya yang sangat excited. Visit Indonesia, Let’s visit Bali :D

Minggu, 29 Mei 2011

Usaha dan Doa Berbanding Lurus


Berberapa hari yang lalu usaha dari kami tim KMFH selama kurang lebih dari 1 bulan diujikan dalam kompetisi peradilan semu Internal VI FH UGM . Alhasil kami menyabet juara II dan saksi terbaik. Bersyukur , itu yang kami lakukan , walau memang sedikit kecewa tidak berhasil memperoleh posisi jawara tapi kami tetap mensyukuri apa yang diberi Allah karena kami yakin ini yang terbaik untuk kami. Hasil ini bukan menjadikan kami merasa puas atas hasil yang telah diperoleh namun semakin menanamkan semangat dalam diri kami agar tahun depan dapat mempersembahkan yang terbaik. Sedikit berbangga walaupun tidak berhasil mendapat juara I, karena tim kami merupakan satu-satunya tim yang 90% menurunkan angkatan muda, hanya 2 orang angkatan 2009 itupun hanya mendapat posisi yang tidak terlalu sulit di dalam kompetisi tersebut, tidak ada angkatan 2008 seperti tim lain, apalagi yang sudah berpengalaman di tingkat nasional :D . Awalnya kami memang sangsi dengan kemampuan kami yang masih sangat mentah dalam beracara di pengadilan, apalagi jika ada yang memanggil kami “toga berbadut” ketika tampil nanti. There is a way if there is a will. Semua akan ada jalan ketika kita berusaha. Dan Tuhan tidak tidur ketika kami mencoba,, mencoba untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita sudah dapatkan selama kurang lebih satu bulan tersebut.
Sempat merasa kesal karena ada oknum yang tidak terima ketika kami berhasil berada di satu tingkat diatas mereka. Mereka menilai kami bisa diatas mereka lebih karena berkat doa daripada usaha dan pengalaman yang semua itu sudah mereka miliki seluruhnya. Kami memang berdoa, tapi kami juga berusaha. Hanya orang bodoh yang menilai karena doa semua bisa terjadi. Memang itu benar, tapi harus ada usaha yang balance. Tidak mungkin juga kami hanya mengangkat tangan keatas dan meminta agar kami juara kepada Tuhan. Kami percaya semua itu berbanding lurus, apa yang kita tanam dan itulah yang kelak kita tuai. Memang ada yang salah kalau kita dari ‘Keluarga Muslim’? jangan karena kami membawa embel-embel nama itu kami dipandang sebelah mata. Hanya kegiatan religi yang kami lakukan, apa yang mereka tau tentang kami kalau mereka sendiri hanya menengok dari jendela luar saja.
Whatever they say , pada pokoknya sekarang kami bisa menunjukkan bahwa kami yang bukan dan belum punya apa-apa pun bisa . Itu berkat usaha dan doa. Kami percaya Tuhan sudah menempatkan hasil sesuai dengan usaha dan doa dari hambanya. Semua itu tidak mungkin terjadi hanya karena mulut kami yang berkomat-kamit untuk meminta kemenangan. Omongan dari pihak yang kurang senang atas yang telah kami peroleh justru membuat kami semakin bersemangat kalau kami memang BISA !